Minggu, 29 November 2009

Manfaat Tanaman Azolla


Azolla microphylla di kolam dipanen dengan serok. Azolla basah dan kering. Azolla basah disukai oleh ikan, itik, maupun ternak besar seperti kambing, sapi, dll. Azolla kering bisa dicampurkan dalam pembuatan pakan ternak untuk menambah nilai gizi, terutama protein.
Kolam Azolla yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). UMM mengembangkan Azolla di kolam-kolam percobaannya untuk bahan penelitian para dosen dan mahasiswa. Jenis Azolla yang diteliti yaitu Azolla microphylla

Kamaruddin, Sang PPL THL Deptan di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur sedang mengamati Azolla microphylla yang sudah cukup berkembang di sawah-sawah sejak tahun 2007 yang lalu. Dengan Azolla kesuburan sawah dapat ditingkatkan, petani tidak perlu lagi mendatangkan pupuk Urea dan lainnya, ikan yang ada di sawah juga akan berkembang biak dan tumbuh pesat, serta itik yang dilepas di sawah men-dapatkan sumber makanannya yang melimpah, yaitu Azolla microphylla. Begitu ujarnya.


Bapak Ir. Syarifuddin MSi, Dosen UMM ini sangat getol meneliti Azolla microphylla. Dengan kebaikan hati beliaulah bibit Azolla microphylla bisa sampai dan berkembang di Nunukan Kalimantan Timur. Terima kasih Bapak!!
Kolam ini dibersihkan dari ikan untuk secara khusus ditanami Azolla microphylla. Menurut hitungan Ir. Dian Kusumanto kolam Azolla seluas 1 hektar jika produksinya optimal dapat memberi pakan pada sekitar 2000 ekor itik setiap hari.
Tulisan di bawah ini adalah buah pikiran Saudara Agus Rochdianto. Beliau sangat memperhatikan Azolla.

oleh : Agus Rochdianto
Meski sudah diperkenalkan dan dipopulerkan sejak awal tahun 1990-an Azolla, ternyata belum banyak petani yang memanfaatkan tanaman Azolla (pinnata) untuk usaha taninya. Padahal manfaat tanaman air ini cukup banyak. Selain bisa untuk pupuk dan media tanaman hias, Azolla juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak dan ikan.
Di Bali, Azolla biasa dan sering dijumpai terapung di perairan sawah dan kolam ikan. Karena dianggap gulma, para petani lantas menyingkirkannya. Ditumpuk dan dibuang begitu saja. Padahal, bila dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman padi di sawah, Azolla ini bisa menekan penggunaan pupuk urea sampai 65 Kg/ha.

Pengganti Urea
Pemanfaatan Azolla sebagai pupuk ini memang memung-kinkan. Pasalnya, bila dihitung dari berat keringnya dalam bentuk kompos (Azolla kering) mengandung unsur Nitrogen (N) 3 - 5 persen, Phosphor (P) 0,5 - 0,9 persen dan Kalium (K) 2 - 4,5 persen. Sedangkan hara mikronya berupa Calsium (Ca) 0,4 - 1 persen, Magnesium (Mg) 0,5 - 0,6 persen, Ferum (Fe) 0,06 - 0,26 persen dan Mangaan (Mn) 0,11 - 0,16 persen.
Berdasarkan komposisi kimia tersebut, bila digunakan untuk pupuk mempertahankan kesuburan tanah, setiap hektar areal memerlukan Azolla sejumlah 20 ton dalam bentuk segar, atau 6-7 ton berupa kompos (kadar air 15 persen) atau sekitar 1 ton dalam keadaan kering. Bila Azolla diberikan secara rutin setiap musim tanam, maka suatu saat tanah itu tidak memerlukan pupuk buatan lagi.
Hal itu dimungkinkan, karena pada penebaran pertama 1/4 bagian unsur yang dikandung Azolla langsung dimanfaatkan oleh tanah. Seperempat bagian ini, setara dengan 65 Kg pupuk Urea. Pada musim tanam ke-2 dan ke-3, Azolla mensubstitusi-kan 1/4 - 1/3 dosis pemupukan.
Dibanding pupuk buatan, Azolla memang lebih ramah ling-kungan. Cara kerjanya juga istimewa, karena Azolla mampu mengikat Nitrogen langsung dari udara.

Untuk media tanam
Penggunaan azolla sebagai pupuk, selain dalam bentuk segar, bisa juga dalam bentuk kering dan kompos. Dalam bentuk kompos ini, Azolla juga baik untuk media tanam aneka jenis tanaman hias mulai dari bonsai, suplir, kaktus sampai mawar. Untuk media tanaman hias, selain digunakan secara langsung, kompos Azolla ini juga bisa dengan pasir dan tanah kebun dengan perbandingan 3 : 1 : 1.
Untuk membuat kompos Azolla, caranya cukup mudah. Buat saja lubang ukuran (P x L x D) 3 x 2 x 2 meter. Kemudian Azolla segar dimasukkan ke dalam lubang. Seminggu kemudian Azolla dibongkar. Untuk mengurangi kadar air menjadi 15 per-sen, Azolla yang sudah terfermentasi tersebut lantas dijemur. Setelah agak kering, baru dikemas dalam kantong plastik atau langsung digunakan sebagai media tanam.

Pakan ternak dan ikan
Selain untuk pupuk dan media tanam, Azolla juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, khususnya itik dan beragam jenis ikan omnivora dan herbivora. Sebagai pakan ternak, kan-dungan gizi Azolla cukup menjanjikan. Kandungan protein misalnya, mencapai 31,25 persen, lemak 7,5 persen, karbo-hidrat 6,5 persen, gula terlarut 3,5 persen dan serat kasar 13 persen.
Bila digunakan untuk pakan itik, penggunaan Azolla segar yang masih muda (umur 2 - 3 minggu) dicampur dengan ransum pakan itik. Berdasarkan hasil penelitian, campuran Azolla 15 persen ke dalam ransum ini, terbukti tidak berpengaruh buruk pada itik. Maksudnya, itik tetap menyantap pakan campuran Azolla ini dengan lahapnya. Produksi telur, berat telur dan konversi pakan juga tetap normal. Ini berarti penggunaan Azolla bisa menekan 15 persen biaya pembelian pakan itik. Tentu saja hal ini cukup me-nguntungkan peternak karena bisa mengurangi biaya pembelian pakan itik.
Sama seperti untuk itik, bila akan dimanfaatkan untuk pakan ikan, Azolla bisa diberikan secara langsung dalam keadaan segar. Boleh juga dengan mengolahnya terlebih dulu menjadi tepung. Tepung Azolla ini, selanjutnya digunakan sebagai bahan campuran untuk membuat pakan buatan (pelet) untuk ikan.Berdasarkan kaji terap di lapangan, dalam keadaan segar Azolla bisa diberikan untuk pakan ikan gurami, tawes, nila dan karper. Dengan pemberian pakan berupa Azolla, terbukti ikan tetap bisa tumbuh pesat. Tak kalah dengan ikan lainnya yang diberi pakan buatan berupa pelet. Di saat harga pupuk, pakan ternak dan ikan mahal seperti belakangan ini, tak ada salahnya bila Azolla ini menjadi salah satu alternatif pilihan yang secara finansial cukup menguntungkan. Baik digunakan sendiri secara langsung atau untuk dibisniskan. Mau coba ? (Agus)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar